penulis : Sekper
Padang, Sumatera Barat. Bertempat di Hotel Bunda pada tanggal 14 September 2016 telah dilaksanakan Peresmian LKP Haleyora Powerindo.

penulis : Sekper
Dalam arahannya, Bpk Zulfiantora Tanjung menyampaikan PT Haleyora Powerindo memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi perusahaan Trend Setter di bidang Pelayanan. Pada acara Diklat Tesla 01 hadir dan memberikan sambutan perwakilan dari PT. PLN (Persero)

penulis : SekPer
Program 35000 MW adalah proyek pemerintah untuk membangun pembangkit listrik mencapai 35000 Megawatt hingga 2019. Prorgam 35 ribu MW ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

penulis : SekPer
Tarif listrik untuk pelanggan komersil atau non-subsidi yang telah diterapkan skema tarif penyesuaian (adjustment tariff) kembali turun pada September 2015 ini lantaran merosotnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP)

penulis : SekPer
PRAKARSA JARINGAN CERDAS INDONESIA (PJCI) adalah suatu perkumpulan berbentuk badan hukum yang telah mendapat ijin prinsip penggunaan nama tersebut melaiui Keputusan Menteri KUMHAM tanggal 06 Juli 2015 No: 2015070601232323232502.

Tarif Listrik Nonsubsidi Turun September 2015
penulis : SekPer
Tarif listrik untuk pelanggan komersil atau non-subsidi yang telah diterapkan skema tarif penyesuaian (adjustment tariff) kembali turun pada September 2015 ini lantaran merosotnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Kepala Divisi Niaga Benny Marbun menuturkan, tarif listrik September ini ditentukan oleh realisasi kurs, ICP, dan inflasi pada Juli lalu. Untuk ICP tercatat turun menjadi US$ 51,82 per barel pada Juli lalu dari sebelumnya US$ 59,4 per barel pada Juni. Sementara untuk nilai kurs justru naik tipis dari Rp 13.313 per dolar pada Juni menjadi Rp 13.375 per dolar di Juli. Inflasi Juli juga naik menjadi 0,93% dari sebelumnya 0,54%. “Sehingga tariff adjustment September lebih rendah dari Agustus. Mudah-mudahan dapat membantu konsumen bisnis dan industri untuk tumbuh bergairah,” kata dia di Jakarta, Senin (31/8). Tariff Adjustment September 2016 Dia merinci, tarif listrik untuk Golongan Tegangan Rendah (TR) dengan daya 3.500 Volt Ampere (VA) hingga 200 kilo (VA) turun menjadi Rp 1.523,43 per kilowatt hour (kWh) dari sebelumnya Rp 1.546,6 per kWh. Pelanggan yang dikenai tarif ini yakni pelanggan rumah tangga R-2 (3.500-5.500 VA), R-3 (6.600 VAke atas), dan bisnis B-2 (6.600 VA-200 kVA). Selanjutnya, untuk golongan Golongan Tegangan Menengah (TM) B-3 dengan daya di atas 200 kVA dan Golongan I-3 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya menurun dari Rp 1.218,26 per kWh menjadi Rp 1.200,01 Rp per kWh. Sementara tarif Golongan I-4/Tegangan Tinggi CTT) dengan daya 30.000 kVA ke atas turun dari Rp 1.086,12 per kWh menjadi Rp 1,069,85 per kWh. Tarif listrik nonsubsidi ini mulai merangkak naik pada April lalu. Sejak sebelumnya tarif listrik nonsubsidi terus turun setelah naik pada Agustus 2014. Dalam laporan keuangannya (unaudited) untuk semester 1-2015, PLN menyebutkan terjadi kenaikan rata-rata harga jual listrik dari Rp 878,44 per kWh menjadi Rp 1.018,87 per kWh. Akibatnya, penjualan listrik perseroan pada semester pertama lalu hanya naik tipis dibandingkan semester 1-2014. Penjualan listrik hingga Juni lalu yakni 99,4 99,4Terra Watt hpur (TWh) atau naik 1,8% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 97,6 TWh. Sebelumnya, Benny menuturkan, pertumbuhan penjualan listrik pada tahun ini hanya akan mencapai maksimal 5,4-5,5% saja. Padahal, sesuai APBN Perubahan 2015, volume penjualan listrik ditargetkan sebesar 216,39 TWh atau tumbuh 9% dibandingkan APBN Perubahan 2014 yang 198,52 TWh. Angka ini cukup optimis mengingat pertumbuhan penjualan listrik pada 2014 tercatat hanya 5,87% dibandingkan penjualan 2013.